TERIK

Standar

panas menyengat
laki-laki tua berdiri di bawah pohon
menatap kosong ke sudut taman
di berdiri gerobak tempat usahanya yang kini telah tiada
dienyahkan tangan-tangan kokoh anggota Satpol PP
melanggar ketertiban katanya.

laki-laki tuan berdiri dibawah pohon
menatatap kosong ke sudut taman
sumber nafkahnya kini hilang sudah
bagaimana anak istrinya makan esok atau lusa
entah lah….
tak terasa butir-butir hangat membasahi pipinya yang keriput

panas menyengat
menikam dada laki-laki tua
langkah gontai melanggkah penuh lara
dengan sebuah doa :
Sabarlah Istri dan anakku
maafkan bapak jika esok kita tidak makan
beri bapak kesempatan dengan tubuh renta ini tuk mencoba lagi
semoga Tuhan memberi jalan…

( Di sudut kota di tengah Jakarta pada panas yang terik,Tiras 2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s